Kamis, 29 Agustus 2013

Tak Puas Hasil Tapi Djadjang Puji Usaha Keras Pemain

Pelatih kepala PERSIB Djadjang Nurdjaman mengaku kecewa dengan hasil imbang 1-1 saat melawan Persija Jakarta di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (28/8) sore. Terlebih gol yang dibuat Persija melalui tendangan M. Ilham, terjadi setelah laga terhenti.

Pria yang akrab disapa Djanur ini mengatakan, setiap pertandingan akan ada evaluasi, termasuk hasil imbang dengan Persija di mana anak asuhnya hanya dapat menahan imbang Persija.

"Hasil imbang kemarin jujur kita menargetkan dapat meraih tiga poin. Jadi kalau puas, saya tidak puas dengan hasil kemarin, namun itu semua adalah kerja keras pemain," kata Djadjang saat ditemui di mes PERSIB, Kamis (29/8).

Selain itu, laga di babak pertama tersebut jalannya pertandingan sempat terganggu oleh keributan antar penonton. Disinggung mengenai hal tersebut, Djadjang mengakui konsentrasi anak asuhnya terganggu.

"Beberapa kali pertandingan dihentikan itu membuat pemain konsentrasinya terganggu. Seharusnya dalam pertandingan itu gol yang tercipta lebih banyak," ungkapnya.

Partai klasik antara PERSIB melawan Persija kemarin sempat tiga kali dihentikan akibat insiden penonton. Pertandingan tetap dilanjutkan hingga 2 x 45 menit. Hasil ini pun membuat PERSIB hanya memperoleh nilai satu dari nilai sempurna, tiga. ***

Menpora Janji Segera Selesaikan Kasus Perusakan Bus PERSIB

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo berjanji segera menyelesaikan kasus perusakan bus yang dikendarai tim PERSIB di Jakarta Juni 2013 lalu. Politisi Partai Demokrat ini pun mengaku sudah meminta pihak Polres Jakarta Selatan segera mengungkap pelaku pengrusakan.

"Beberapa waktu lalu ada perusakan bus yang ditumpangi tim PERSIB, hingga saat ini saya sudah meminta Polres Jakarta Selatan untuk terus diselidiki. Mudah-mudahan secepatnya dapat terungkap," kata Roy di Kampus UIN Bandung, Kamis (29/8).

Meski pun begitu, Roy menegaskan pihaknya akan terus mengajak kedua suporter untuk mendukung secara suportif, selain pihaknya telah menyelesaikan laga tunda PERSIB melawan Persija Jakarta di Seleman, Rabu (28/8) lalu.

Menurut pakar telematika ini, dirinya tidak ingin jika dunia olah raga terutama sepak bola menjadi hal yang menakutkan dan tidak nyaman saat ditonton, karena berbagai tindakan yang tidak terpuji.

"Saya tidak ingin penonton menyaksikan pertandingan dimana para pemainnya keluar melalui kendaraan kendaraan taktis (rantis) akibat munculnya ketakutan-ketakutan dari suporter, itu kan tidak sehat," tegasnya.

Ia pun meminta doa dan dukungan dari semua pihak untuk dapat menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi di dunia pemuda dan olahraga, terutama terkait hubungan yang tidak harmonis antar suporter.

"Laga tunda Persija dengan PERSIB kemarin awalnya akan digelar tanpa penonton, namun saya sampaikan kepada PSSI dan yang terkait bahwa tanpa penonton sepak bola tidak akan ada semangat, tanpa penonton pun tidak akan muncul nasionalisme. Namun kita berharap dukungan itu semua bernilai positif," ucapnya. ***

Sabtu, 24 Agustus 2013

Menikmati keindahan air terjun Devil's Kettle yang misterius

Air terjun adalah salah satu lokasi wisata yang banyak dikunjungi. Jika berniat untuk melihat air terjun yang tidak biasa, Anda dapat berkunjung ke Taman Nasional Judge C.R. Magney, yang terletak di negara bagian Minnesota, Amerika Serikat.
Di dalam taman nasional ini terdapat sebuah air terjun unik bernama Devil's Kettle. Keunikan air terjun ini terletak pada bentuknya yang membelah aliran sungai Blure menjadi dua.
Salah satu dari aliran tersebut mengarah pada sebuah lubang dalam yang hingga saat ini tidak diketahui arah alirannya. Selama bertahun-tahun banyak peneliti yang berusaha mencari tahu kemana aliran air dalam lubang tersebut pergi.
Peneliti berusaha mencari tahu dengan memasukkan bola pingpong, pewarna, dan berbagai benda apung ke dalam lubang tersebut. Namun peneliti tidak dapat menemukan kembali benda-benda yang dimasukkan ke dalam lubang tersebut.
Hingga saat ini, air terjun ini masih banyak dikunjungi oleh wisatawan untuk menghabiskan musim panas dan lubang tersebut masih menjadi misteri.

Rekor Tak Terkalahkan PERSIB Dipatahkan Persiram

PERSIB dikalahkan tamunya Persiram Raja Ampat dengan skor 2-1 pada lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2012-2013 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (24/8).

Kekalahan itu membuat tim Maung Bandung menerima kekalahan untuk kali pertama di kandang sendiri musim ini. Total 17 laga di Bandung, PERSIB berhasil menang 14 kali, 2 kali imbang dan satu kalah.

Di interval pertama, kedua kesebelasan bermain ngotot, walau pun Persiram lebih menonjolkan permainan agresifnya. Serangan demi serangan diperlihatkan kedua tim, namun hingga turun minum skor masih 0-0 untuk kedua kesebelasan.

Sedangkan jalannya babak  kedua, Persiram mendahului melakukan gol. Di menit ke-49, Lee Soung Yong membobol gawang Maung Bandung setelah memanfaatkan bola liar dari tendangan sudut Persiram. Skor pun berubah 0-1 untuk tim tamu.

Selang satu menit, Ridwan membobol gawang Dewa Laut, namun golnya dianulir wasit karena lebih dahulu pelanggaran. Kenji dimasukkan dimenit ke 53 dan menarik Asri dari lapangan. Namun pergantian bukan memperkecil ketinggalan. Made  harus memungut bola dari gawangnya di menit ke 55 setelah Lee melakukan tendangan kerasnya di luar kotak penalti.

Tertinggal dua angka, anak asuh Djadjang Nurdjaman terus menekan. Hingga menit ke 67 Kenji melakukan tendangan spekulasi namun, tendangannya masih melambung di atas mistar gawang. Di menit ke-72 Si Jalak Harupat pun bergemuruh karena Sergio memperkecil ketertinggalan.

Pemain naturalisasi asal negeri Kincir ini menjadi algojo penalti setelah sebelumnya di menit ke 69 diganjal di kotak penalti. Skor pun berubah menjadi 1-2 keunggulan bagi Persiram.

Menit ke-76 wasit mengeluarkan kartu kuning ketiga dalam laga ini, kartu kuning diberikan kepada Firman Utina setelah dinilai melakukan pelanggaran kepada salah satu pemain Persiram. Selama berjalannya laga, tim tamu bermain dengan strategi memperlambat waktu, hal itu pun memancing emosi penonton.

Susunan pemain PERSIB vs Persiram Raja Ampat:
PERSIB: I Made Wirawan, Tony Sucipto, Maman Abdurahman, Abanda Herman, Supardi, Firman Utina (’86 Airlangga Sucipto), Hariono, Muhammad Ridwan (’79 Atep), Asri Akbar (’52 Kenji Adachihara), Sergio van Dijk, Hilton Moreira.
Persiram Raja Ampat: Jendry Pitoy, Marko Kabiay, Kubay Q, Sainun Al Qadri, Immanuel Padwa, Elvis Harewan, Lee S.Y, Mosses Banggo (’70 Fahad Khaled), Steven Imbiri (’64 Elthon Maran), James Kokolomel, Rony Beroparay. ***